Hotel di Surabaya Teken MoU Serap UMKM Surabaya, Realisasi Baru 40 Persen

Berdasarkan data Disbudporapar, saat ini ada 107 hotel yang menjalin Nota Kesepakatan Bersama Pemkot Surabaya

Habiburohman - Surya.co.id
Berbagai produk batik karya UMKM Surabaya mulai banyak diserap hotel. Ini menjadi salah poin Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot dengan sejumlah hotel di Surabaya. 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Penyerapan produk UMKM Surabaya melalui hotel di Surabaya belum maksimal. Penyiapan bahan hingga penyesuaian standar kualitas menjadi kendala UMKM.

Berdasarkan evaluasi terhadap Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot dengan sejumlah hotel setahun terakhir, mayoritas hotel mulai menyerap beberapa produk UMKM Surabaya. Namun, jumlahnya belum cukup optimal.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), saat ini ada 107 hotel yang telah menjalin Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dengan Pemkot Surabaya. "Namun, belum semuanya terealisasi," kata Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati.

Hingga saat ini, baru 40,78 persen hotel yang bekerja sama dalam penyediaan slipper. Sekitar 16,50 persen untuk penyediaan batik.

Sebanyak 3,88 persen penyediaan bahan makanan, terutama hasil produk-produk pertanian. Sebanyak 0,97 persen itu penyediaan laundry bag.

Berbagai produk UMKM tersebut diserap hotel untuk berbagai keperluan. Selain untuk pengunjung, juga untuk keperluan karyawan hotel.

Baca juga: Rustic Market Forest Tree Surabaya, Kafe Unik Berkonsep Alam Eropa di Kota Surabaya

Misalnya, batik yang digunakan untuk seragam para karyawan dan karyawati hotel. "Sedangkan sisanya, masih dalam tahap negosiasi, proses pemesanan atau tidak melakukan pemesanan," kata Wiwiek Widayati.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta hasil evaluasi tersebut segera ditindaklanjuti. Berbagai kendala harus menemui solusi.

Pemkot harus bisa mendukung UMKM dalam menerima pesanan yang sesuai dengan kriteria pengelola hotel. "Saya tahu kalau kelemahannya ada di pemkot," katanya.

Selama ini, banyak UMKM yang tak menjawab berbagai permintaan pesanan hotel. "Teman-teman hotel itu langsung WA (kontak) ke saya. Mereka sudah ada contoh handuk hingga slipper, tapi sampai sekarang belum kembali (belum ada jawaban dari UMKM)," katanya.

Sehingga tak mengherankan, penyerapan hotel belum optimal. Bahkan, angkanya masih cenderung di bawah 50 persen.

"Kenapa belum? Ada (hotel) yang kasih bahan, bahannya tidak kunjung dipenuhi pemkot, akhirnya tidak jalan. Ada juga (hotel) yang sudah pesan dengan kualitas sekian, kita belum bisa memenuhi," ungkap dia.

Baca juga: Sambut Natal dan Tahun Baru, Vasa Hotel Surabaya Tawarkan Makan Malam Bertema Kutub Utara

Wali Kota pun kembali mengundang pengelola hotel. Pihaknya lantas menginventarisasi berbagai masalah dari realisasi kerja masa ini.

"Ada sisi pemerintah kota yang lambat untuk berjalan, ada satu sisi juga yang memang belum memenuhi dari teman-teman hotel," sebutnya.

Pemkot segera membantu UMKM melakukan penyesuaian dengan standar hotel tersebut. Ini sebagai startegi percepatan penyerapan UMKM Surabaya.

Ia kembali menegaskan, investasi di Surabaya, khususnya bidang perhotelan, harus berdampak positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar.

"Sehingga masyarakat ini akan merasakan betul investasi di Kota Surabaya yang akan mempengaruhi kehidupan mereka dan ekonomi bergerak," kata Cak Eri, panggilan lekatnya.

Pihaknya menargetkan, seluruh hotel yang telah menandatangani perjanjian ini bisa segera menyerap produk UMKM Surabaya di 2023. Pun dengan hotel yang belum menandatangani MoU, bisa segera menyusul melalukan kesepakatan.

"Yang sudah berjalan 40 persen dan yang belum 60 persen. Ada berbagai produk UMKM yang sudah diterima," katanya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga membentuk perwakilan setiap hotel. Ini akan memuat unsur pengelola hotel, pemkot, asosiasi atau organisasi perhotelan.

Harapannya, UMKM bisa memenuhi kebutuhan serta kualitas hotel. "Investasi dan kemudahan akan saya buka sebesar-besarnya. Namun, harus bisa memberikan manfaat bagi warga Surabaya," harapnya. (bob - Tribun Jatim Travel Group)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved