Mendes PDTT Ingatkan Sebelum Bangun Desa Wisata, Kelestarian Lingkungan Harus jadi Prioritas

Menndes PDTT Abdul Halim Iskandar ingatkan pembangunan desa wisata harus didasarkan kelestarian lingkungan

prokopim Batu
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar 

Liputan Wartawan Benni Indo, Tribun Jatim Travel - Tribunnews Group

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Program desa wisata di Kota Batu telah lama diselenggarakan. Penyelenggaraan desa wisata di Kota Batu ini telah menyeluruh di 19 desa dan 5 kelurahan yang ada di Kota Batu

Mendapati hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengingatkan bahwa keseimbangan lingkungan di desa harus menjadi prioritas. Iskandar menegaskan sebelum menjadi tempat wisata, kondisi alam di desa harus diperhatikan terlebih dahulu.

Saat berkunjung ke Kota Batu, Iskandar berbagi pengalamannya melihat banyak pembangunan desa wisata yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan hidup. Padahal menurutnya, pembangunan desa wisata seharusnya didasarkan pada kelestarian lingkungan terlebih dahulu. 

Baca juga: Gus Ipul Minta Lomba Kampung Hebat jadi Ajang Uuntuk Hadirkan Lingkungan Sehat di Pasuruan

Desa wisata yang dikonsep itu pun terkesan asal jadi. Ia mengingatkan, regulasi pembangunan desa wisata tidak hanya mengedepankan keuntungan ekonomi namun juga harus memperhatikan sisi sosial dan kelestarian alam. 

"Saat ini pembangunan desa wisata sangat marak. Pembangunan ini seharusnya didasarkan pada filosofi pelestarian. Bukan mendirikan desa wisatanya. Jadi bagaimana melestarikan kondisi lingkungan, agar kondisi airnya tetap bagus dan jernih. Lalu bagaimana lingkungannya tetap lestari, ini harus selalu diperhatikan," ujarnya.

Kalau kondisi tersebut sudah tertata dengan baik. Otomatis wisatawan orang yang datang akan merasa nyaman datang ke desa. 

"Saya tegaskan bahwa tujuannya bukan langsung wisata perlu ada proses konservasi tanah dan air. Wisata adalah dampak positif dari konservasi alam itu sendiri," tegasnya. 

Baca juga: Kijang Liar dari Taman Hutan Raya Raden Soerjo Masuk Pemukiman Warga Desa Kemiri, Pacet, Mojokerto


Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq menyatakan desa-desa di Kota Batu telah dikonsep menjadi tujuan wisata. Senyampang bergulirnya program tersebut, perhatian terhadap lingkungan sangat penting. Arief berujar, wisata alam sangat populer belakangan ini sehingga keberadaan lingkungan merupakan daya dukung utama.

Dinas Pariwisata Kota Batu pun cukup optimis tingkat kunjungan wisatawan pada 2022 bisa tembus tujuh juta hingga akhir tahun. Indikator perbaikan jumlah kunjungan wisata pada tahun ini telah terlihat.

Jika dibandingkan pada 2019 lalu, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu mencapai angka 7,4 juta. Pada semester pertama 2019, Dinas Pariwisata mencatat ada 3,1 juta wisatawan. Sedangkan pada semester pertama 2022, jumlah yang tercatat mencapai 3,9 juta.

“Yang kami catat itu wisatawan yang beli tiket, jika dihitung dengan yang tidak beli tiket, jumlahnya bisa lebih,” ujar Arief.

Arief cukup bersyukur kondisi kunjungan telah membaik pada 2022 ini. Ia memperkirakan, hingga September 2022, ada sekitar 5 juta wisatawan yang datang ke Kota Batu.

“Semoga hingga tutup tahun 2022 nanti, targetnya bisa melebihi 2019. Indikator di pertengahan tahun sudah memberikan lampu hijau akan hal itu. Perhitungan saya, hingga September 2022 ini sudah di atas lima juta wisatawan yang datang,” terangnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved