Wawali Kota Surabaya Armuji Minta Ada Makanan Khas di Masing-Masing Sentra Wisata Kuliner

Wakil Walikota Surabaya Armuji mengatakan, setidaknya dalam setiap SWK itu ada menu khas dan bisa membuat pengunjung ketagihan.

Surya.co.id
Petugas Satpol PP Surabaya membubarkan parade busana yang ada di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu sore (25/7/2022) karena menyebabkan kemacetan cukup panjang. Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA- Kehadiran Sentra Wisata Kuliner harus memiliki kekhasan masing-masing. Satu di antaranya memiliki makanan khas yang berbeda satu sama lain.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji untuk menghidupkan Sentra Wisata Kuliner.

Wawali Armuji terpanggil untuk makin menghidupkan 44 Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang tersebar di Seluruh Kota Surabaya.

Setidaknya dalam setiap SWK di Surabaya itu ada menu khas dan bisa membuat pengunjung ketagihan.

"Nyaman dan terjangkau penting. Tapi yang lebih penting, ayo ciptakan Kuliner khas di setiap SWK," kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji kepada Tribun Jatim Travel , Selasa (16/8/2022).

Baca juga: The Westin Surabaya Kenalkan Grand Ballroom & Convention Center Venue MICE terbesar se-Jawa Timur.

Wawali Cak Ji begitu antusias untuk ikut memikirkan keberadaan puluhan SWK. Keberadaannya harus didukung dan terus dimotivasi agar tempat ini terus ramai. Sebab jika makin ramai, ekonomi warga juga makin ramai. 

Puluhan SWK yang saat ini tersebar di hampir setiap kecamatan itu  pengelolaannya di bawah Dinas Koperasi, Perdagangan dan Usaha Mikro. Ada ratusan bahkan ribuan PKL yang ditampung di SWK. Keberadaannya berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Cak Ji mendorong agar dapat dilakukan langkah efektif untuk melakukan revitalisasi SWK agar bisa menjadi pusat jujukan masyarakat surabaya.

Salah satunya, Cak Ji mendorong setiap SWK menonjolkan ciri khasnya. Ada menu unik dan khas yang mengutamakan citra rasa asli. Ia mencontohkan di SWK taman bungkul dengan keunikan menu rawonnya.

Setiap SWK juga bisa dijadikan pusat kegiatan warga "Perlu juga pada setiap momen disajikan pertunjukan seni dan budaya di SWK.  Yakni memanfaatkan ruang-ruang sebagai sarana pertemuan warga atau kegiatan lainnya," urai Cak Ji.

Baca juga: Hadirkan Kampoeng Kemerdekaan, Yello Hotel Jemursari Tawarkan Kuliner Kaya Rasa Nusantara

Dia menginginkan agar setiap SWK memiliki "brand" tersendiri. Selain itu Dinkopdagum diminta lebih progresif dalam melakukan fasilitasi membangun jaringan perdagangan anatara penjual, pelanggan dan distributor.

Harus terus didorong lebih maju menyesuaikan kebutuhan zaman. Bangunan SWK harus representatif sesuai era agar anak muda bisa menggunakannya untuk sarana kreasi dan tempat bekerja.

"Tinggal kita menyediakan apa kebutuhannya. Begitu nyaman dan Krasan, anak muda dan warga akan membagi kenyamanannya di sosmed. Ini harus dibangun," kata mantan Ketua DPRD Surabaya dua periode ini.

Konsep Sentra Wisata Kuliner yang perlu di lakukan pembaharuan terkait dengan penataan penjual. Cak Ji mencontohkan apabila penjual soto maka ciri khas Tenant harus terdapat gerobak soto. Begitu pula apabila ada penjual sate juga harus khas sehingga terdapat unsur atraktifnya.

"SWK yang ramai bisa dijadikan contoh untuk di replikasi ke SWK yang sepi. Apa - apa yang kurang bisa diinventarisasi dan dicarikan solusi. Tidak boleh berhenti berinovasi," kata Cak Ji. (Faiq- Tribun Jatim Travel  )

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved