Prinsip Do What Makes You Happy Bawa Yocelyn Sukma Dinoto Sukses Berbisnis Kopi

Perempuan kelahiran Sidoarjo ini sempat merasakan up and down. Terlebih kondisi pandemi menjadi tantangan bagi pribadinya.

Doc. Pribadi Aline
Yocelyn Sukam rintis bisnis kopi di tengah pandemi 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- “Kerjakanlah yang kamu sukai”, ungkapan yang sering kita dengar namun tidak semua orang bisa menjalankan. Padahal, jika menjadi prinsip ungkapan tersebut bisa mendorong kita untuk tidak mudah menyerah menjalankan satu impian.

Seperti yang dilakukan Yocelyn Sukma Dinoto dalam merintis bisnis coffe shop.

Bermula saat Aline, panggilan akrabnya, lulus kuliah di Les Roches Global Hospitality Education, Switzerland.

Ia sempat kerja di perhotelan kemudian kembali ke Indonesia dan memikirkan bisnis apa yang bisa dikembangkan. Belum lagi, tahun 2020 pandemi Covid-19 sudah mulai menyebar.

Ia mulai tertarik dan terjun mengenal kopi-kopi nusantara. Sebagai penikmat kopi, ia mulai mendalami dengan ikut seminar, riset dan bertemu seseorang yang expert di bidangnya.

Yocelyn Sukam rintis bisnis kopi di tengah pandemi
Yocelyn Sukam rintis bisnis kopi di tengah pandemi (Doc. Pribadi Aline)


Tahun 2020, Ia mulai membuka coffe shop di Jalan Taman Pinang Indah BB 1 no 1-2 Sidoarjo.

“Jadi bener kata orang, do what makes you happy. Do what you love. Itu bener banget,” kata Yocelyn Sukma Dinoto, Selasa (21/9/2021).

Diakui Aline merintis coffe shop bukan hal mudah. Perempuan kelahiran Sidoarjo tahun 1996 ini sempat merasakan up and down. Terlebih kondisi pandemi menjadi tantangan bagi pribadinya.

“Kalau misal niat, jalannya pasti gampang. Itu yang saya pegang. Kalau dari awal ga niat pasti susah. Emang pandemi sekarang pasti ada naik turunnya, tapi harus tetap dijalanin,” tuturnya

Baca juga: Manis ae Coffe and Space Sidoarjo Jawab Kebutuhan Pebisnis Pemula Hingga Nongkrong Kekinian


Aline menyadari kecintaan pada bisnis yang dia geluti, lambat laun menjadikannya pribadi lebih dewasa.

“Karena ini baru pegang bisnis jadi lebih dewasa menyikapi hal, berani, melihat up dan trennya. Mau sampai kapan stuck (mulai berbisnis) ini kan proses yang dinikmati,” ujar Aline.

Pekerjaan ini dinilai chalengging. Seorang pebisnis muda juga harus bisa memikirkan  konsep dan strategi.

Selain itu, ia harus tanggung jawab dan bijaksana dalam mengambil keputusan di saat bisnis yang digeluti terdampak pandemi.

“Seperti kemarin PPKM, pengalaman pertama aku punya banyak karyawan.

Baca juga: Super Cozy, Tempat Nongkrong Manis ae Tawarkan Workspace Pertama di Sidoarjo


Kalau misalnya aku tetap buka (coffe shop) pasti ada kerugian. Kami ingat mereka ada yg jadi tulang punggung keluarganya, itu salah satu yang membuat aku belajar bijaksana,” kata dia.

Penurunan pendapatan akibat Covid-19 tak justru menyurutkan semangat Aline untuk mempertahankan usahanya.

Kondisi krisis malah membuatnya semakin cinta dan bertekad untuk terus mengembangkan usahanya.

“Saking cintanya ga akan capek, stress, nyerah gak ada. Harus tetap semangat tetap berjuang,” ujar Aline.

Manis Ae coffe and space memadukan konsep kafe dengan ruang kerja bersama atau working space. Banyak space yang bisa menjadi pilihan customer. Misalnya ruang instagramable, industrial, garden area dan VIP.

Customer juga bisa memilih paket harian, mingguan maupun bulanan untuk bekerja di luar kantor atau mencari inspirasi di luar rumah.

“Target market bukan hanya anak muda, tapi bisnis plan, start up company, corporate, goverment jadi ada rapat, seminar dan diskusi di situ jadi lebih luas marketnya,” tutup Aline.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved