Disbudpar Jatim Peringatkan Destinasi Wisata yang Kembali Buka, Sinarta : Acuannya Tetap Inmendagri

Destinasi wisata harus dilengkapi sertifikat CHSE dan QR Code PeduliLindungi untuk mempermudah mendapat rekomendasi pembukaan wisata.

@fanymaulidaysf_ melalui @pantaiklayarpacitan
Pantai Klayar Pacitan, satu di antara ratusan destinasi Jawa Timur yang buka saat Lebaran 2021 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarta mengingatkan daerah -daerah yang mulai membuka kembali destinasi wisata untuk selalu berhati-hati.

Sebab, kata dia, meski sudah melandai, Covid-19 belum sepenuhnya hilang.

Sinarta mengingatkan, daerah yang mulai membuka kembali destinasi wisata untuk selalu berpatokan pada Instruksi Mendagri (Inmendagri) tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selain itu, harus mendapat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota setempat.

"Harus hati-hati jangan karena level dua terus sekarep e dewe (seenaknya sendiri). Acuannya Inmendagri tetap, itu direkomendasikan bahwa yang mengambil keputusan kepala daerah," ujar Sinarta.

Baca juga: Syarat Terbaru Liburan ke Gunung Bromo, Pengunjung Wajib Tunjukan Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Banyuwangi Bersiap Buka Tempat Wisata Masa PPKM Level 2, Rancang Aplikasi Mirip PeduliLindungi

Pertimbangan lain, destinasi wisata harus dilengkapi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Enviroment) dan QR Code aplikasi PeduliLindungi.

Sertifikat tersebut menunjukkan kalau destinasi wisata terjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Berdasarkan data Disbudpar Jatim, destinasi wisata yang bersertifikat CHSE hanya 46 dari 474 lokasi.

Artinya baru 9,7 persen yang memiliki sertifikasi CHSE.

Syarat masuk mall harus tunjukan barqode vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi
Syarat masuk mall harus tunjukan barqode vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi (Surya.co.id)

"Kita mendorong kabupaten/kota untuk mendapat sertifikat CHSE, karena apa, hal itu penting untuk menjaga pengelolaan secara baik dan keselamatan bagi wisatawan," katanya.

Selain itu, sertifikat CHSE ini juga berlaku bagi hotel, restoran dan homestay.

Terdapat 188 dari 1.510 hotel yang tersertifikasi di Jatim. Sementara homestay ada 5 dari 1.324 unit. Sedangkan rumah makan dan restoran yang tersertifikasi sebanyak 147 dari 4.323 unit.

Saat ini penggunaan QR Code aplikasi PeduliLindungi juga terus ditingkatkan di titik-titik destinasi wisata.

Ada empat destinasi wisata di Jawa Timur yang telah dilengkapi QR Code. Yakni, Taman Rekreasi Selecta dan Jatim Park 2 di Kota Batu, Hawaii Group di Kota Malang dan Maharani Zoo Goa di Lamongan.

Lebih lanjut, untuk usaha pariwisata yang sudah dilengkapi QR Code, rinciannya 40 hotel, 203 restoran dan 42 cafe.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved