11 Daerah di Jawa Timur Sudah Boleh Buka Tempat Wisata, Malang dan Surabaya Kapan?

Terkait pembukaan destinasi wisata, Kepala Disbupdar Jatim mengatakan bahwa kewenangan ada pada bupati/ wali kota yang bersangkutan.

Instagram
@explore_banyuwangi 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Penyebaran Covid-19 di Jawa Timur cukup melandai, beberapa daerah sudah berada di PPKM Level 2. Artinya, daerah-daerah tersebut sudah dapat membuka kembali lokasi wisata.

Sebanyak 11 daerah di Jawa Timur dapat membuka kembali tempat wisata seiring dengan PPKM yang sudah turun level.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarta mengatakan daerah-daerah tersebut sudah memasuki PPKM level 2.

“Sesuai Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) tentang PPKM, daerah yang telah berada pada status level 2 dan 1 diperbolehkan membuka kembali destinasi wisata,” kata Sinarta, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Disbudpar Jatim Peringatkan Destinasi Wisata yang Kembali Buka, Sinarta : Acuannya Tetap Inmendagri


Berdasarkan Inmendagri, 11 daerah tersebut adalah Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember, Kabupaten Bojonegoro dan Kota Pasuruan.

Terkait pembukaan destinasi wisata, lanjut Sinarta, kewenangan ada pada bupati/ wali kota yang bersangkutan.

“Bahwa yang mengambil keputusan kepala daerah. Mikro yang paham ya yang ada di daerah. Apapun perubahan level itu selalu yang punya respon kabupaten/ kota,” ujar Sinarta.

Instagram @kawahijen
Instagram @kawahijen (Istimewa)

Ada dua hal yang turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pembukaan pariwisata.

Khususnya di kota/kabupaten yang sedang menerapkan PPKM level 1 dan 2.

Satu di antaranya, penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan “tracing” kepada pengunjung yang datang.

"Sekarang sedang pendekatan-pendekatan tracing PeduliLindungi itu provinsi mendorong mereka untuk mendaftar ke PeduliLindungi. Kita juga mendorong kabupaten/ kota untuk mendapat sertifikat CHSE karena dua hal itu penting untuk menjaga pengelolaan secara baik dan selamat bagi wisatawan," ujar Sinarta.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved