Sepekan Masa PPKM Darurat, Suasana Stasiun Gubeng Surabaya Lengang

Layanan Genose di Stasiun Gubeng Surabaya tutup, penumpang wajib tunjukan hasil negatif PCR atau Rapid Antigen

Penulis: Nur Ika Anisaul Jannah
Editor: Nur Ika Anisaul Jannah
Tribun Jatim Travel
Penumpang kereta api di Stasiun Gubeng masa pemberlakuan PPKM Darurat, Kumat (9/7/2021) 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Situasi Stasiun Gubeng Surabaya cukup lengang pada sepekan masa pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali, Jumat (9/7/2021).

Pantauan tribun jatim travel terlihat beberapa calon penumpang tampak menunggu jadwal pemberangkatan kereta api.

Sebagian dari mereka juga melakukan swab antigen yang berada di area working space Stasiun Gubeng Surabaya.

Terkait perjalanan kereta api, PT KAI Daop 8 menerapkan aturan baru bagi penumpang kereta api selama masa PPKM darurat.

Penumpang kereta diwajibkan menunjukan surat keterangan hasil negatif test PCR dengan hasil negatif yang berlaku 2x24 jam atau Rapid Test Antigen berlaku 1x24 sebelum keberangkatan.

Terlihat layanan Genose di Stasiun Gubeng tutup atau tidak digunakan sementara waktu.

Layanan Genose Stasiun Gubeng ditiadakan di masa PPKM Darurat
Layanan Genose Stasiun Gubeng ditiadakan di masa PPKM Darurat (Tribun Jatim Travel)

“Bagi pelanggan dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis tetap dapat menggunakan Kereta Api Jarak Jauh dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku,” jelas Kahumas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif, beberapa waktu lalu.

Aturan baru yang berlangsung sejak tanggal 5 hingga 20 Juli 2021 ini juga mewajibkan penumpang kereta api untuk menunjukan kartu vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

Meski demikian, belum terlihat antrian layanan Rapid Antigen di Stasiun Gubeng. Calon penumpang datang silih berganti untuk mendaftar layanan Rapid Antigen.

“Untuk penumpang di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Juga pelanggan di bawah 5 tahun tidak diharuskan menujukkan hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen,” kata Luqman.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved