Update Tempat Wisata di Jawa Timur

Pelaku Wisata Banyuwangi Kecewa Kebijakan Penutupan Tempat Wisata Saat Libur Tahun Baru 2021

Penutupan sementara tempat wisata di Banyuwangi saat Libur Tahun Baru 2021 membuat pelaku wisata kecewa.

istimewa
Berenang bersama hiu di Wisata Bangsring Underwater Banyuwangi, lokasi wisata yang cocok untuk snorkeling 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, BANYUWANGI - Pelaku wisata di Banyuwangi kecewa terkait kebijakan penutupan tempat wisata saat libur Tahun Baru 2021.

Kebijakan penutupan tempat wisata di Banyuwangi dilakukan mulai Kamis (31/12/2020) hingga Minggu (3/12/2020).

Ketua Pokdarwis Sukirno mengaku kecewa dengan adanya informasi penutupan tempat wisata di Banyuwangi saat pergantian Tahun Baru 2021.

"Kami merasa kecewa bukan karena penutupannya tapi kenapa saat panen bukan mendadak seperti ini. Karena saat ini panen raya pariwisata kami selama satu tahun itu ada dua waktu yang pertama libur natal dan tahun baru, kedua libur hari raya idul fitri," Sukirno kepada tribun jatim travel, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Seluruh Tempat Wisata di Banyuwangi Tutup Saat Tahun Baru, Buka Kembali 4 Januari 2021

Sukirno mengaku informasi terkait penutupan tempat wisata di Banyuwangi baru terdengar kemarin (28/12/2020).

Kekecewaan terkait informasi tersebut diakui Sukir, lantaran para pelaku wisata sudah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan wisatawan.

"Kasian pelaku wisata, para pedagang atau warung yang di dalam destinasi. Mereka sudah belanja, sudah stok untuk wisatawan. Hasil selama ini hanya 50 persen dan sejak masa pandemi ini kita kumpulkan untuk tahun baru ternyata di dalam panen raya mendadak ditutup," kata dia.

Meski demikian, pihaknya tetap menghormati aturan yang ada demi pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: Cegah Klaster Pariwisata, Pengelola Wisata Jatim Diminta Batasi Kunjungan saat Libur Tahun Baru 2021

Seperti yang selama ini diterapkan yaitu menjalankan protokol kesehatan bagi para pelaku wisata maupun wisatawan yang datang dan wajib libur di hari senin untuk seluruh usaha wisata di sana.

"Bagaimanapun kami harus sepakat karena yang punya kebijakan Pemerintah Daerah. Kami sepakat kalau memang destinasi wisata ditutup yang sekiranya bukan kebutuhan pokok juga ditutup," tutup Sukirno.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved