Libur Tahun Baru 2021

Cegah Klaster Pariwisata, Pengelola Wisata Jatim Diminta Batasi Kunjungan saat Libur Tahun Baru 2021

Larangan mengadakan pesta tahun baru hingga pembatasan kunjungan destinasi wisata diberlakukan di Jatim

Istimewa
Wisata Gunung Bromo Lumajang (Famtrip Disbudpar Jatim) 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Pengelola pariwisata di Jawa Timur diminta melakukan pembatasan kunjungan wisatawan selama Libur Tahun Baru 2021.

Pembatasan kunjungan tersebut menyesuaikan Surat Edaran Gubernur Nomor 800/23604/118.5/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Libur Hari Raya Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 Pada Urusan Kebudayaan dan Pariwisata.

"Pelaku usaha pariwisata menyesuaikan surat edaran, disamping menunjukan surat hasil rapid antigen," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ( Disbudpar ) Jatim Tri Bagus Sasmito kepada TribunJatimTravel , Senin (28/12/2020).

Baca juga: Cek Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Gubeng Surabaya, Berlaku Untuk Penumpang KA Jarak Jauh

Bagus mengatakan, pembatasan kunjungan diberlakukan seiring peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Ia mewanti-wanti agar tidak ada klaster penyebaran Covid-19 di sektor pariwisata Jatim.

Sebanyak enam daerah di Jawa Timur yaitu Malang, Banyuwangi, Jember, Kediri, Tuban dan Blitar masih berstatus zona merah.

Baca juga: Lokasi Layanan Rapid Test Antigen Untuk Penumpang Kereta Api di Surabaya

Daerah dengan zona merah maksimal 25 persen, zona orange maksimal 50 persen, zona kuning maksimal 75 persen dari kapasitas kunjungan harian.

Pembatasan kunjungan juga diberlakukan bagi hotel dan penginapan.

Setiap hotel, akomodasi dan destinasi wisata juga wajib memperketat protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh dan menunjukan hasil negatif untuk PCR SARS-CoV2 dan test Rapid Antigen/Antibodi dengan hasil non reaktif.

Selain memperketat protokol kesehatan dan pembatasan kunjungan destinasi wisata, Pemprov Jatim juga memberlakukan penutupan fasilitas kolam renang.

Selain itu, diberlakukan larangan pesta Tahun Baru maupun kegiatan yang mengundang massa maupun kerumunan.

"Kami mempertimbangkan kondisi jumlah kasus Covid-19 yang masih relatif tinggi di Jatim," tutup Bagus.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved