Libur Natal dan Tahun Baru, Asyik Bersantai di Hutan Kota di Surabaya

Cukup di dalam Kota Surabaya, warga bisa berlibur mengunjungi Hutan Kota saat Libur Natal dan Tahun Baru

Istimewa
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Resmikan Hutan Kota Balasklumprik, beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Warga sekitar Surabaya tidak perlu berlibur ke luar kota untuk merayakan Libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Pasalnya Pemerintah Kota Surabaya membuka sejumlah Hutan Kota untuk umum.

Warga tidak perlu jauh-jauh menghabiskan waktu liburan ke luar kota. Cukup di dalam Kota Surabaya, warga bisa berlibur mengunjungi Hutan Kota yang ada.

Yuniarto Herlambang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya memastikan, sebanyak 13 hutan kota di berbagai titik di Surabaya terbuka untuk umum, apalagi saat Libur Natal dan Tahun Baru nanti.

"Sebanyak 13 Tahura (Taman Hutan Rakyat) di Surabaya sudah dibuka semua, tentu dengan protokol kesehatan. Seperti disampaikan Bu Wali, Tahura ini bisa menjadi alternatif wisata saat libur natal dan tahun baru," katanya.

Baca juga: Batal Liburan Akhir Tahun, Coba Wisata Kuliner Surabaya. Cicipi Makanan Khas hingga Kekinian

Baca juga: Mengenal Sejarah di Kampung Pecinan Surabaya Selain Kembang Jepun, Ingin Tahu?

 

Beberapa di antaranya Hutan Pakal, Hutan Mangrove Gunung Anyar dan Mangrove Wonorejo, Hutan Warugunung, Hutan Balas Klumprik, Hutan Lempung Perdana, dan Hutan Bambu Keputih.

Masing-masing hutan, kata Herlambang, punya keunikan sendiri. 

Hutan Kota Balasklumprik misalnya, memiliki spot sepeda air di bozem, spot camping untuk Pramuka, wisata ternak bebek, dan lain sebagainya.

Setiap hutan kota di Surabaya, kata Herlambang, saat ini sudah dilengkapi Sentra Wisata Kuliner. 

Masyarakat yang berlibur di Hutan Kota yang ada di Surabaya tidak perlu keluar untuk mencari makanan dan minuman.

Pemkot Surabaya saat ini tidak menarik tiket untuk masuk ke Hutan Kota yang ada di Surabaya.

Hanya saja khusus untuk wahana sepeda air, Pemkot Surabaya akan mengkomunikasikan dengan warga setempat sebagai pengelola. 

Supaya warga setempat bisa mendapat akses ekonomi dari tempat itu.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved