Wisata Banyuwangi

Plesiran ke Banyuwangi, Disbudpar Jatim Ajak Media Berburu Sunset Hingga Snorkeling Bersama Hiu

Berburu sunset di ujung selatan hingga snorkeling di ujung utara Banyuwangi

Penulis: Nur Ika Anisaul Jannah
Editor: Nur Ika Anisaul Jannah
TribunJatimTravel/nurika
Wisata Hutan de-Djawatan Benculuk Banyuwangi 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI-  Pariwisata Jawa Timur kembali bergeliat usai diterjang pandemi. Tercatat ratusan objek wisata, perhotelan dan restoran  kini mulai dibuka kembali, contohnya di Kabupaten Banyuwangi.

Terlihat destinasi-destinasi wisata di Banyuwangi mulai membuka kembali kunjungan wisatawan dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan.

Kunjungan ke sejumlah destinasi Banyuwangi ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur dalam rangkaian Familiarization Trip (Fam Trip), Jumat hingga Minggu (13-15/11/2020).

Plesiran ke destinasi-destinasi unggulan Banyuwangi untuk mensosialisasikan penerapan protokol  meliputi panduan cleanless, health, safety and environmental sustainability (CHSE).

Baca juga: Pulau Merah Banyuwangi, Pantai Surfing Pemandangan Sunset

Titik kunjungan berada di destinasi wisata Pantai Pulau Merah, Hutan de-Djawatan dan Bangsring Underwater. Tempat-tempat wisata yang dijadikan sebagai pilot project atau percontohan penerapan new normal selain Kawah Ijen, Pantai Mustika, Pantai Cacalan dan Grand Watudodol.

"Tetap harus melakukan pentaatan protokol kesehatan di samping re-opening. Ga boleh lengah, sehingga tim evaluasi kita dorong jangan sampai ada kluster di wilayah pariwisata," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarta.

Kegiatan trip ini juga sebagai rekomendasi kepada wisatawan yang ingin mengeksplore wisata Banyuwangi di saat kenormalan baru.

Tidak perlu khawatir saat menikmati pesona wisata di lokasi tujuan, sebab para pengunjung yang datang diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan melewati pengukuran suhu tubuh.

Baca juga: East Java Fashion Harmony 2020, Usung Peragaan Busana Batik di Tepi Pantai Solong Banyuwangi

Baca juga: Kabar Gembira, Damri Tawarkan Angkutan Wisata Gratis ke Tempat Wisata di Banyuwangi

Destinasi pertama di Pulau Merah, rombongan disambut dengan keindahan matahari terbenam yang tampak kemerahan. Deburan ombak membawa para peselancar menampilkan keahliannya, berselancar di atas papan.

Tempat wisata yang ada di Pesanggaran, Banyuwangi ini memiliki pesona sunset yang indah. Semburat warna kuning kemerahan di antara megahnya bukit kecil menambah keelokan Pantai Pulau Merah.

Hari kedua dilanjut dengan destinasi de-Djawatan yang berlokasi di Benculuk. Di hutan ini pengunjung seakan dibawa ke hutan fangorn di film Lord of The Rings. 

Daya tarik utama tempat ini adalah pepohonan trembesi besar berusia ratusan tahun. Pemandangan yang terkesan magis dipadu hijaunya warna tumbuhan bisa kalian rasakan saat mengelilingi hutan de Djawatan.

Teduh, asri dan jauh dari kebisingan lalu lalang kendaraan membawa suasana yang tenang. Pilihan yang pas untuk kalian yang ingin refreshing dari sibuknya suasana kota.

Berlibur ke de-Djawatan juga menjadi keinginan Esti Widyana, satu diantara rombongan Fam Trip Disbudpar Jatim.

"Baru pertama ke Banyuwangi untuk liburan, ternyata banyak wisata yang bagus-bagus. Selain bagus juga sudah aman dikunjungi jadi liburan tidak was-was, tidak khawatir corona karena dari awal datang sudah diperiksa masker, suhu dan lain-lain," kata Esti, Minggu (15/11/2020).

"Di tempat wisata dan hotel selalu pakai masker dan tidak bareng-bareng kerumunan jadi insyaallah aman, sehat dan senang," tambahnya.

Destinasi terakhir yang dikunjungi adalah Bangsring Underwater. Wisata bawah laut ini berlokasi di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo atau berjarak 20 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi.

Rasanya tidak lengkap jika ke Bangsring Underwater tanpa snorkeling. Tempat wisata ini menyediakan spot-spot keindahan bawah laut yang mengagumkan.

Pengunjung bisa melihat apartemen ikan dan soft coral di terumbu karang buatan yang memberi pengalaman menarik saat snorkeling. Sebab, pantai yang memiliki luas sekitar 15 hektar ini digunakan sebagai area konservasi terumbu karang.

Pengunjung juga bisa berenang di antara ribuan ikan warna-warni, berfoto dengan ikan nemo di laut atau memilih uji adrenalin berenang dengan hiu. Ada juga alternatif wisata air menggunakan kano, banana boat dan menyewa perahu untuk keliling pantai.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved