Banyuwangi Mendapat Dana Hibah dari Kemenparekraf, Akan Disalurkan Untuk Siapa?

Anggaran dana hibah akan diberikan kepada hotel dan restoran dan tempat wisata serta desa wisata

Istimewa
@explore_banyuwangi 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, BANYUWANGI- Kabupaten Banyuwangi mendapatkan dana hibah Rp 10 miliar bagi pelaku usaha pariwisata Banyuwangi.

Dana hibah tersebut diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membantu industri hotel dan restoran di daerah pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kami berharap dengan dana ini dapat memulihkan sektor pariwisata, yang nanti dampaknya juga peningkatan ekonomi daerah," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi M Yanuarto Bramuda, Selasa (11/4/2020), seperti dikutip dari Antara melalui Kompas.

Syarat penerima dana hibah tersebut, disebutkan Bramuda, setidaknya memiliki 15 persen porsi PAD 2019 dari penerimaan pajak hotel dan pajak restoran.

Selain pajak, lanjut dia, kriteria yang digunakan adalah daerah yang masuk 10 destinasi super prioritas, memiliki objek wisata branding dan masuk daftar 100 acara tahunan pariwisata.

Baca juga: Kabar Gembira, Damri Tawarkan Angkutan Wisata Gratis ke Tempat Wisata di Banyuwangi

"Berdasar ketentuan dari pusat, dana hibah yang diberikan kepada daerah dibagi dengan imbangan 70 persen dialokasikan untuk bantuan langsung kepada industri hotel dan restoran," kata Bramuda.

"(Lalu) 30 persen untuk digunakan pemkab dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19, terutama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," lanjutnya.

Menurut Bramuda, anggaran itu akan diberikan kepada hotel dan restoran dan tempat wisata serta desa wisata dalam bentuk dukungan kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan (cleanliness, health, safety and environment/CHSE), infrastruktur dan pengembangan SDM.

"Untuk hotel, stimulus berupa subsidi harga kamar, namun tidak semua hotel dan restoran yang mendapatkan stimulus," kata Bramudua.

Adapun yang mendapat prioritas, lanjutnya, mereka yang taat membayar pajak pada tahun 2019.

"Indikator taat pajak ini merupakan cara yang efisien dan tepat sasaran, dengan begitu pengusaha taat pajak dapat menerima stimulus di tengah tekanan pandemi," katanya.

Baca juga: Budug Asu, Lokasi Camping Bareng Keluarga Berlatar Pemandangan Gunung Arjuno

Ia menyebutkan ada 72 hotel dan 584 restoran di Banyuwangi yang mendapat stimulus, dan angka yang didapatkan setiap hotel bervariasi, tergantung pajak yang mereka setorkan. Mekanismenya, lanjut dia, wisatawan yang datang bisa mendapatkan diskon harga kamar. "Semoga dengan stimulus dari pemerintah pusat, banyak wisatawan mengunjungi Banywuangi. Banyuwangi pun telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di sektor pariwisata," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyuwangi Dapat Dana Hibah Pariwisata Rp 10 Miliar, Siapa yang Dapat?"

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved