Wisata Monumen Kapal Selam Surabaya Kembali Dibuka, Suasana Sepi Pengunjung

Pengunjung yang datang harus mematuhi protokol kesehatan sepanjang eksplore kapal selam di Monkasel

TribunJatimTravel/nurika
Monkasel Surabaya 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Wisata Monumen Kapal Selam ( Monkasel ) Surabaya kembali dibuka untuk wisatawan setelah sempat ditutup sebagai pencegahan pandemi Covid-19.

Tempat wisata yang berada di Jalan Pemuda no 39 Embong Malang, Surabaya ini mulai dikunjungi wisatawan.

Berbeda dengan sebelum adanya pandemi Covid-19, wisata Monkasel Surabaya menerapkan protokol kesehatan.

Pengunjung yang datang harus melalui pengukuran suhu, menggunakan disinfektan atau cuci tangan di tempat yang disediakan dan diwajibkan memakai masker.

"Kami menerapkan protokol kesehatan, jadi setiap pengunjung wajib mematuhi aturan itu," kata Erni guide Monumen Kapal Selam Surabaya, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Jatim Reopening 555 Objek Wisata Tatanan New Normal, Datangkan 2 Juta Wisatawan

Wana wisata ini tak hanya kaya akan cerita sejarah, melainkan juga menawarkan pengalaman unik kepada pengunjung.

Monkasel bisa menjadi tempat yang asyik untuk wisatawan yang ingin mengeksplore sejarah Kapal Selama Pasopati 410.

Monumen kapal selama yang ada di Surabaya ini disebut merupakan kapal besar terbesar di Asia.

Lokasinya yang strategis berada di pusat Kota Surabaya, wisata Monkasel mudah untuk dikunjungi.

Cukup membayar Rp 15 ribu kalian bisa berjalan-jalan di kawasan monumen dan juga menonton video sejarah Kapal Selam Pasopati 410.

Dari pantauan di lapangan, suasana kawasan wisata Monkasel terlihat sepi pengunjung. Hanya ada beberapa pengunjung yang datang bersama rekan sejawat.

Baca juga: Mencicipi Nasi Pecel Sambal Tumpang, Kuliner Legendaris Rekomendasi Gubernur Khofifah

"Sekarang memang sepi daripada sebelum pandemi, mungkin dua puluh orang kalau dulu kapasitasnya bisa 500 orang," tutup Erni.

Satu diantara pengunjung mengaku sudah mulai bosan diam di rumah, sehingga mencoba untuk berwisata di sekitar tempat tinggalnya.

"Sudah lama tidak ajak anak-anak jalan-jalan, mumpung ada waktu mampir ke sini lihat kapal selam. Tetap ada takut tapi kan pakai masker, cuci tangan, tempatnya juga sepi," ujar Suci warga Kenjeran.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved