APGI Jatim Terapkan Protokol Pemanduan Naik Gunung di Era Pandemi

APGI Jatim kini tengah berfokus menyiapkan Standart Operasional Prosedur (SOP) terkait wisata gunung.

Kompas.com
Gunung Lawu 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Para pecinta kegiatan outdoor seperti mendaki gunung bisa kembali berpetualang, karena sejumlah gunung di Jawa Timur mulai dibuka.

Hanya saja kebiasaan mendaki gunung harus berubah, berkaitan dengan pencegahan penularan Covid-19. 
Para pemandu gunung yang tergabung dalam Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia DPProvinsi Jawa Timur Anshori mengatakan, telah bersiap mengenai protokol kesehatan pemanduan naik gunung.

"Kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak menjadi bagian dari klaster baru pendakian gunung," kata Anshori melalui telpon, Rabu (9/9/2020).

Lanjutnya, APGI Jatim kini tengah berfokus menyiapkan Standart Operasional Prosedur (SOP) terkait wisata gunung. Hal-hal tersebut mengenai persiapan teknis yang perlu disiapkan oleh pendaki gunung mulai dari sebelum hingga sesudah pendakian.

Terkait pengecekan kesehatan yang lebih ketat, menurut Anshori, akan ada pembatasan jarak saat berkemah. Misal jumlah anggota pendakian dan juga rekam perjalanan kota asal.

" Sebenarnya kami menerapkan protokol kesehatan yang ada tapi kami kembangkan," kata dia.
Secara teknis, Anshori memaparkan, para pendaki wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer, pengecekan kesehatan, mencuci tangan dan melakukan physical distancing.

"Misalnya, satu tenda dulu barengan, tamu berbeda-beda itu tidak bisa lagi. Bisa satu kartu keluarga," kata Anshori.

Selain itu, APGI Jatim menganjurkan setiap tamu membawa peralatan masing-masing.
"Kami menyiapkan peralatan untuk tamu yang tidak membawa peralatan pribadi, nanti itu kami beri label nama tamu," jelasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved