Penumpang Kereta Api Mulai Meningkat, Protokol Kesehatan Tetap Diberlakukan Ketat

Penumpang Kereta Api Mulai Meningkat, Protokol Kesehatan Tetap Diberlakukan Ketat

ISTIMEWA
Sterilisasi Kereta Api 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Jumlah penumpang kereta api PT KAI Daop 8 Surabaya mulai mengalami peningkatan.

Tercatat selama periode tanggal 1 hingga 13 Agustus 2020, PT KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 102.458 penumpang terdiri dari 17. 220 penumpang kereta api jarak jauh dan 85.238 penumpang kereta api lokal.

"Terjadi pertumbuhan jumlah penumpang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti adanya diskon tiket KA menyambut HUT RI ke-75, penambahan jadwal perjalanan secara bertahap, dan hadirnya layanan Rapid Test Covid-19 dengan harga terjangkau di stasiun," kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto, Kamis (13/8/2020).

Mulai tanggal 29 Juli 2020, PT KAI Daop 8 surabaya bekerjasama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero, menyediakan layanan Rapid Test Covid-19 seharga Rp85.000 di 3 stasiun kelas besar di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya.

Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Libur HUT RI ke 75, PT KAI Daop 8 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api

Tiga stasiun tersebut yaitu Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi dan stasiun Malang.

Ketiga stasiun tersebut merupakan stasiun pemberangkatan awal bagi pelanggan yang akan naik Kereta Api Jarak Jauh.

Meski terjadi peningkatan perjalanan kereta api, lanjut Suprapto, KAI tetap berkomitmen menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dengan aman, selamat, nyaman, dan sehat sampai di stasiun tujuan.

Diskon Tiket Kereta Api Sambut HUT RI Ke-75 Hingga 75 Persen

Pelanggan yang naik kereta api diharuskan memakai masker, suhu tidak melebihi 37,3 derajat, dalam kondisi sehat (tidak demam, batuk, flu, dan sesak napas), serta mengimbau pelanggan untuk memakai pakaian lengan panjang.

Khusus untuk pelanggan KA Jarak Jauh diminta untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test.

Selaim itu penumpang mengenakan face shield selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Bagi pelanggan dewasa, face shield akan disediakan KAI. Sedangkan pelanggan dengan usia dibawah 3 tahun (infant) agar membawa face shield pribadi. Serta mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

Tiket dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan secara online melalui aplikasi KAI Access, website dan mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya. Sedangkan loket di stasiun hanya melayani penjualan tiket mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

"Dengan adanya penambahan kereta api di bulan Agustus ini, kami berharap dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," tutup Suprapto.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved