Pariwisata New Normal

Wisata Bee Jay Bakau Resort Terapkan Protokol Kesehatan, Bersiap Masuki Pariwisata New Normal

wisata BJBR memastikan aman untuk dikunjungi karena telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pegawai maupun pengunjung.

Istimewa
Dok. BJBR Probolinggo 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, PROBOLINGGO- Wisata Mangrove Bee Jay Bakau Resort ( BJBR ) bisa menjadi alternatif menghabiskan waktu bersama keluarga untuk menghilangkan penat maupun berwisata.

Tak perlu khawatir, wisata BJBR memastikan aman untuk dikunjungi karena telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat bagi pegawai maupun pengunjung.

Direksi Bee Jay Bakau Resort ( BJBR ) Benjamin Mangitung mengatakan, penerapkan protokol kesehatan berlaku untuk pengunjung di area wisata, restoran maupun resort.

Secara umum pengunjung diwajibkan memakai masker, melewati pengukuran suhu tidak lebih dari 37.5 derajat celcius, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan pengunjung lain.

Bagi karyawan terutama yang kontak langsung dengan pengunjung diwajibkan memakai alat pelindung diri seperti kacamata goggle, face shield, masker dan hand glouve.

"Kami selalu berpatokan kepada protokol kesehatan. Di dalam Bee Jay Bakau Resort kami sangat diuntungkan teriknya matahari dan angin laut yang tentu hangat di resort kami. Demikian tidak membuat virus corona nyaman tapi prinsipnya kami ikuti protokol kesehatan," kata Benyamin kepada tribunjatimtravel, Rabu (1/7/2020).

Selain itu, pengaturan berjarak juga diterapkan di area restoran dengan memberikan tanda batas pada meja pengunjung.

Setiap pengunjung dengan rombongan keluarga menempati satu meja yang berbeda dengan rombongan lainnya.

Pada area track wisata mangrove, pihak BJBR memastikan, jarak antar pengunjung cukup jauh. Mengingat, cycling track kayu atau seketeng sewu terpisah jarak sekitar empat meter.

"Satu di sisi kiri, satu di sisi kanan terpisah sejarak empat meter satu dengan lain. Panjang track kami sekitar 1.000 meter, kalau diisyaratkan pemerintah berjarak masing-masing dua meter. Kalau kami 4 ribu meter persegi, dibagi dua. Itu 2 ribu orang saat bersamaan masih berjarak dua meter. Ini tidak akan terjadi kerumunan 2 ribu orang dalam satu tempat tertentu," paparnya.

Resort yang dikembangkan di lahan seluas 26.3 ha ini, lanjut Ben, sangat memadai memberikan jarak pengunjung selama menikmati keindahan mangrove melalui jembatan kayu.

"Boleh dikata self distancing 10-20 meter satu sama lain. Terlalu amat sangat memadai. Contoh jembatan, tidak kami buat satu jalur. Bisa lewat di sisi lain saat ada antrian foto. Kursi semua kami terapkan juga physical distancing, satu setengah meter ditempati satu orang," lanjutnya.

Ben mengatakan, tim gugus tugas Covid-19 Kota Probolinggo telah meninjau kelayakan protokol kesehatan di BJBR. Dari sarana prasarana maupun pelayanan terhadap pengunjung, dinilai telah siap menerima kunjungan.

Meski demikian, pihaknya masih tetap memberikan imbauan kepada para wisatawan untuk tetap memakai masker dan sering mencuci tangan untuk melindungi diri dan keamanan pengunjung lain.

"Saya sering bilang selamatkan diri masing-masing. Dengan menyelamatkan diri, menyelamatkan orang lain. Pakai masker dan mencuci tangan di bawah air mengalir," kata dia.

Sempat diterpa dampak Covid-19, BJBR mulai menerima pengunjung untuk berwisata. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ben mengatakan belum melakukan pembatasan kunjungan wisatawan sebab menurutnya area BJBR cukup memadai untuk mengatur jarak pengunjung sesuai protokol kesehatan. Menurutnya, tempat wisata BJBR bisa menampung sekitar 1.000 wisatawan dengan jarak masing-masing empat meter.

"Kecil kemungkinan satu waktu bersamaan 1000 orang berkumpul. Yang datang keluarga empat orang, di ujung sana jauh 700 meter muncul lagi keluarga. Kesempatan bertemu dan menulari sangat kecil. Restoran juga kalau diterapkan social distancing jarak empat meter itu masih 100 meja," kata dia.

Wisata di pesisir pantai utara ini mulai beroperasi pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Untuk mengurangi kontak langsung dengan pengunjung, beberapa wahana wisata seperti fantasy land, flying fox, sepeda gantung dan kolam renang masih belum dibuka.

"Meski kolam renang kami air tawar yang diasinkan, kadar garamnya menyerupai laut. Belum kami buka. Kolam renang jangan dulu lah," kata dia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved