Wisata New Normal

Ranu Pani Dipoles Jadi Wisata Unggulan, Wisata Suhu Minus Kawasan Bromo Tengger Semeru

Ranu Pani Dipoles Jadi Wisata Unggulan, Alternatif Wisata Suhu Minus Kawasan Bromo Tengger Semeru

Istimewa
Ig Ranu Pani Desa Wisata 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, LUMAJANG- Pemerintah Kabupaten Lumajang akan mengoptimalkan kawasan wisata Ranu Pani dan Ranu Regulo yang ada di lereng Gunung Bromo Semeru.

Ranu Pani dan Ranu Regulo akan direvitalisasi sebagai daya tarik wisata unggulan di Lumajang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, pengembangan kedua kawasan tersebut akan diperindah dengan beberapa fasilitas untuk pendakian, wisata segmented dan atraksi budaya.

Ranu Regulo akan dipoles dengan area perkemahan, sarana pembibitan atau konservasi bunga dari varietas tanaman khusus sekitar Gunung Semeru dan Bromo.

"Anggrek yang tumbuh di suhu hingga minus tidak mudah. Apalagi pohon-pohon sekitar Ranu pani, Bromo, Semeru, khusus tidak semua pohon bisa tumbuh di sana," Thoriqul Haq.

Selain itu, ada juga alternatif wisata suhu minus di kawasan Ranu Pani. Selama ini, Thoriqul Haq mengatakan, daerah Rabu Pani, Bromo dan Semeru memiliki suhu khusus mencapai minus 3-4 derajat celcius di bulan-bulan tertentu.

Pihaknya ingin mengoptimalkan suasana tersebut untuk menarik wisatawan yang ingin menikmati suhu tertentu di lereng Gunung Semeru dan Bromo.

"Sampai saat ini on progres. Di samping itu Pemda Lumajang dan TNBTS ingin Ranu Pani jadi destinasi unggulan," kata Thoriqul Haq.

Tak hanya menikmati keindahan sunrise Gunung Bromo, lanjutnya, Ranu Pani bisa menjadi wisata danau di atas gunung dengan suhu minus. Selanjutnya bisa menikmati pendakian ke Ranu Kumbolo Gunung Semeru.

"Nanti guide kami fasilitasi dengan baik, sarana dengan baik, sehingga kawasan TNBTS ini jadi destinasi pariwisata yang segmented yang memang hari ini banyak diinginkan masyarakat," kata dia.

Tak hanya menawarkan wisata keindahan alam, Pemkab Lumajang juga akan menyediakan tempat pertunjukan atau amphitheatre.

Tempat tersebut akan menampilkan moment tahunan pertunjukan budaya dan kesenian seperti akustik mahameru.

Thoriq menyatakan, pariwisata harus tumbuh seiring dengan membuka ruang kepada wisatawan menikmati nilai kebudayaan dan kesenian setempat.

"Intinya pariwisata harus tumbuh dengan kebudayaan yang harus ditumbuhkan. Karena tidak boleh pariwisata kering dan kebudayaan tidak boleh tertutup," kata dia.

Untuk menanamkan daya tarik Ranu Pani, pemerintah setempat akan melibatkan masyarakat setempat menjadi bagian sirkulasi pariwisata.

"Masyarakat ikut menjaga, setelah kita bangun, kita lengkapi, insfrastrukturnya bagus, ada kenyamanan orang untuk tinggal di Ranu Pani," tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved