Optimalkan Pariwisata Unggulan, Pengembangan Kawasan Ranu Pani Akan Dimulai Juli 2020

Pengembangan kawasan pariwisata dilakukan di zonasi pemukiman desa Ranu Pani, Danau Ranu Pani dan Ranu Regulo.

Istimewa
Ranu Regulo 

Laporan Wartawan TribunJatimTravel.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, LUMAJANG- Revitalisasi Ranu Pani akan dimulai bulan depan (Juli 2020), setelah Pemkab Lumajang dan TNBTS menjalin kesepakatan kerjasama pengembangan kawasan tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengenai kondisi Ranu Pani dan rencana kedepannya menjadikan kawasan tersebut daya tarik wisata unggulan.

Ia mengungkapkan, kerjasama dilakukan mulai Januari 2020 dengan pembahasan mengenai pengembangan sekitar kawasan Ranu Pani.

"Pemerintah Daerah Lumajang dan TNBTS punya keinginan bersama untuk melakukan revitalisasi terhadap kawasan ranu pani. Intinya ingin menghutankan kembali, memfungsikan ranupane sebagai konservasi alam," kata Thoriqul Haq kepada tribunjatimtravel, Senin (22/6/2020).

Thoriq mengaku, kekhawatiran kondisi Ranu Pani yang mengalami sedimentasi dan penyempitan menjadi satu alasan diperlukannya pengembangan wisata kawasan tersebut.

Danau Ranu Pani yang dahulu seluas delapan hektar mengalami penyempitan dan sedimentasi menjadi empat hektar.

Terutama saat hujan, Thoriq melanjutkan, lumpur dari atas persawahan masyarakat Desa Ranu Pani turun ke danau Ranu Pani.

"Harus dibenahi. Maka kami berpikir tentang bagaimana membuat saluran air yang sekiranya tidak langsung masuk ke danau ranu pane," kata dia.

"Saya menyampaikan kepada Pak Kepala TNBTS, Dirjen KSDAE di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, sudah diizinkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nah tindak lanjutnya kemudian saling melakukan percepatan untuk menuntaskan administratif," lanjut Thoriq.

Tak hanya kawasan danau, Pemda Lumajang juga akan melakukan pengembangan sekitar Kawasan Ranu Pani. Thoriq mentargetkan pengembangan kawasan Ranu Pani sebagai daya tarik wisata unggulan Lumajang.

Pengembangan kawasan pariwisata dilakukan di zonasi pemukiman desa Ranu Pani, Danau Ranu Pani dan Ranu Regulo.

Rencana pengembangan kawasan Ranu Pani diantaranya pelebaran jalan, pembenahan trotoar, fasilitas rest area, toilet dan tempat parkir yang lebih representatif.

"Dalam waktu dekat, sekitar akhir Juli atau awal juli sudah mulai karena perencanaan sudah selesai semua," ujarnya.

Thoriqul Haq mengatakan, pengembangan sarana insfrastruktur kawasan Ranu Pani yang juga bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru harus tetap mengedepankan konservasi lingkungan.

"Karena juga taman nasional maka ada perizinan yang tidak serta merta kemudian diberi keluluasaan tempat mana yang ingin dilakukan pengembangan sarana infrastruktur maka cari celah supaya pembangunan tidak merusak lingkungan," tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved