Rekreasi Hiburan Umum Surabaya

Surat Edaran Tempat Rekreasi Hiburan Umum Surabaya Tetap Tutup, Hiperhu Kecewa : Ini Melampaui Batas

Ketua Hiperhu Surabaya Kecewa Surat Edaran Penutupan Tempat Rekreasi Hiburan Melampaui Batas

Istimewa
Ilustrasi Tempat Karaoke 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Ketua Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (Hiperhu) Surabaya George Handiwiyanto kecewa adanya surat edaran permohonan ditutupnya kegiatan rekreasi hiburan umum yang dilayangkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya.

Menurutnya, surat edaran tersebut melampaui batas yang justru membingungkan masyarakat khususnya pelaku atau pengusaha tempat hiburan umum.

"Jangan buat bingung. Surat Peraturan Walikota itu sudah kuat, ini (surat permohonan penutupan) justru menjatuhkan yang bawah. Jangan buat masyarakat resah," kata George kepada TribunJatim, Jumat (12/6/2020).

George menilai surat edaran permohonan penutupan tersebut seakan-akan melawan Peraturan Walikota (Perwali) Surabaya no 28 Tahun 2020 mengenai Pedoman Tatanan Normal Baru pada kondisi Pandemi Covid-19.

Dimana pelaku atau pengusaha hiburan umum sudah bisa beraktivitas kembali asal dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Surat Keputusan (SK) itu produk hukum tertinggi Walikota. Tidak ada namanya surat rekomendasi. Tidak boleh kayak gitu, tidak hanya kewenangan tapi itu pembangkangan justru membuat masyarakat panik," tegas George.

"Saya sesalkan ada pejabat mbalelo, ngelawan Walikota. Walikota sudah mengeluarkan surat, meskinya sudah rapat dengan anggotanya," tambahnya.

Hotel Santika Premiere Gubeng Kembali Layani Tamu, Terapkan Protokol New Normal

Padahal, George mengaku, pengusaha tempat hiburan sudah senang dengan adanya Peraturan Walikota. Tempat hiburan multi efek dapat kembali hidup dan berdampak pada pekerja sekitar.

"Kita harus mendengarkan pemerintah. Kalau pemerintah sudah mengeluarkan surat ya ayo. Kalau Peraturan Walikota sudah keluar yang dibawah jangan macam-macam, itu membangkang. Jangan buat masyarakat resah," tambah dia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved