Kisah Inspiratif Hobi Menjadi Bisnis, Jatuh Bangun Verawaty Budiyanto Sukses Merintis Urban Athletes

Mengawali kerja di tempat gym, Vera mendapat berbagai keahlian seperti belajar cepat hingga bekerja dengan mobilitas tinggi.

Penulis: Nur Ika Anisaul Jannah
Editor: Nur Ika Anisaul Jannah
Istimewa
Dok Pribadi 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA-Hobi olahraga mengantarkan Verawaty Budiyanto sukses mendirikan pusat kebugaran fitness Urban Athletes.

Hobi itu dicintainya sejak tahun 2002, dengan mengikuti member pusat kebugaran gym di Surabaya. Vera mengaku menyukai berbagai jenis olahraga seperti fitness dan aerobic.

Lambat laun, pada tahun 2004, alumnus Fakultas Arsitektur Universitas Kristen Petra ini memilih pekerjaan sebagai gym operator di sebuah pusat kebugaran di Surabaya.

"Awalnya saya kontraktor kerjanya arsitek, karena waktu itu belum tau bisnis saya iseng melamar di tempat gym dan jatuh cinta dengan kerjaan ini. Ternyata asyik ya," kata Verawaty Budiyanto.

Mengawali kerja di tempat gym, Vera mendapat berbagai keahlian seperti belajar cepat hingga bekerja dengan mobilitas tinggi.

Karirnya pun mencapai kesuksesan, ia dipercaya mengelola operasional banyak club di tempat fitness ternama tersebar seluruh Indonesia.

Sosialisasi Kafe dan Resto di Banyuwangi Siap Terapkan New Normal, Ada Tanda Stiker New Normal

Sebagai District Bisnis Manager, Vera memantau kinerja General Manager club cabang perusahaan di Medan, Bandung, Makasar, Surabaya.

Ia kerab kali disibukan 'terbang' dari kota ke kota, mengawasi kinerja general manager di berbagai daerah tempat perusahaannya bekerja.

Konsekuensi kesibukan mengelola tempat gym dengan mobilitas tinggi, diakui Vera, banyak menyita waktu terutama keluarga.

Disbudpar Jatim Matangkan Protokol Khusus Pariwisata Sambut Fase New Normal

"Dorongan terbesar anak dan keluarga. Saya pikir sudah kenal semua orang di industri ini. Banyak relasi dan pengalaman yang saya dapatkan. Ditambah saya seorang ibu, saya juga takut anak diasuh pembantu atau pola asuh yang tidak saya inginkan," kata dia.

Ibu dari dua anak ini mengaku, saat itu, tak memiliki banyak waktu dengan keluarga dan buah hati.

Kesibukannya diakui menjauhkan dengan sang buah hati. Hingga suatu saat, Vera sadar pentingnya hadir di masa emas pertumbuhan kedua anaknya.

"Kompensasi gaji besar, melihat bandara sampai stress. Anak saya juga ga mau tidur sama saya, dicium ga mau. Ngenes, meski karir tinggi tapi anak ga mau dipegang," akui Vera.

Gaji yang besar tidak membuat Verawaty terlena. Dia memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan tersebut. Padahal pada pekerjaan sebelumnya, berada di posisi puncak kesuksesan.

Nampaknya, Verawaty berjodoh dengan pekerjaan yang berhubungan dengan gym. Keputusan berhenti dari pekerjaannya telah didiskusikan dengan sang suami, saat itu juga Vera mendapat tawaran mengelola gym di Surabaya.

"Dapat tawaran saya diskusi sama suami, akhirnya saya coba bikin gym sendiri," terang perempuan yang lahir tahun 1979.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved