Cerita Verawaty Budiyanto, Jatuh Bangun Kembangkan Bisnis Urban Athletes

Dalam proses memantapkan tekad, Vera mengaku, keluarga tak lepas mensuport bisnisnya.

Penulis: Nur Ika Anisaul Jannah
Editor: Nur Ika Anisaul Jannah
Istimewa
Urban.athletes 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA-Tahun ke tahun, Verawaty Budiyanto, mulai mengembangkan bisnis Urban Athletes di beberapa lokasi seperti Marvell City dan Gunawangsa Tidar Surabaya.

Modal 0 rupiah dengan bergantung pada investor mendorong tekad Vera untuk bisa merintis usaha pribadinya di bidang olahraga.

"Minus bahkan, tidak ada apa-apa. Logo, badan hukum, benar-benar 0. Bikinnya juga ga sengaja, seperti dikasih kesempatan dan saya bonek mengambil dan melepas pekerjaan yang mapan dan udah terlalu tinggi," ujar Owner & Founder Urban Athletes Verawaty Budiyanto.

Dalam proses memantapkan tekad, Vera mengaku, keluarga tak lepas mensuport bisnisnya.

Meski 11 tahun menggeluti pekerjaan di pusat kebugaran fitness, Vera mengaku harus menguatkan niat dan berjuang 'berdarah-darah' Urban Athletes.

"Memang benar wirausaha berani bliding. Ada masa-masa sampai tunggakan ga bayar, cicilan rumah Ga bayar. Benar-benar perjuangan banget bangun urban athletess," ungkapnya.

"Tapi tidak nyesel karena saya bisa membuat gym yang segini gede," tambah Vera.

Tahun 2017, Vera mengajukan proposal pinjaman modal untuk membuka cabang di Marvell City Mall dan dilanjutkan tahun berikutnya di Gunawangsa Tidar.

Tak hanya itu, tahun berikutnya Urban Athletes berdiri di Lenmarc Mall Surabaya.

Kini ada sebanyak 100 orang pegawai yang menggantungkan pekerjaan di empat tempat Urban Athletes. Diantaranya melahirkan coach yang turut bekerja di Urban Athletes.

Tahun ke tahun, antusias masyarakat terus bertambah hingga mencatat sebanyak 6.000 member Urban Athletes.

Menguatkan mematenkan bisnisnya, Vera mendaftarkan pola latihan di HAKI serta Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia untuk sertifikasi keahlian trainer.

"Program kami dari les mills Australia. Program zumba, bodypump, bodycombat pakai sertifikasi. Ada juga crossFit di tempat kita disebut valor, TRX, semua bikin sertifikasi kecuali dance," ujar Vera.

Local gym berstandar internasional menjadi konsep yang diusung Vera. Ia mengelola Urban Athletes dengan mengedepankan budaya dan kelokalan Kota Surabaya.

Dengan begitu, pihaknya bisa mengakomodir kebutuhan warga Surabaya terutama soal olahraga gym.
Kelebihan lain konsep tersebut terbilang lebih fleksibel.

"Tapi teman-teman ikut saya semua ini tidak merasa bahwa saya bos mungkin ya. Mereka respect sebagai teman kerja dan mereka menganggap ini tempat mereka. Kekuatan kita ya tim worknya kita ini," tutup Vera.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved