Disbudpar Jatim Matangkan Protokol Khusus Pariwisata Sambut Fase New Normal

Protokol Covid-19 yang diuraikan di masing-masing jenis kegiatan pariwisata.

Istimewa
Instagram Kojoz_photography 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim menyiapkan protokol khusus menghadapi new normal, disamping Standart Operational Procedur (SOP) kesehatan Covid-19.

Protokol khusus tersebut akan berlaku bagi pelaku usaha wisata maupun pengunjung.

"WHO, Kementerian sudah mengeluarkan secara mendasar protokol Covid-19. Lebih lanjut itu SOP pengelolaan bidang jasa pariwisata mulai dari destinasi, industrinya, lalu pemasarannya. Ini saya sedang membuat," kata Kepala Disbudpar Jatim Sinarta, Senin (1/6/2020).

Dok. Ribut Laksono via instagram @tnbromotenggersemeru
Dok. Ribut Laksono via instagram @tnbromotenggersemeru (Istimewa)

Protokol khusus tersebut, papar Sinarta, pengembangan dari protokol Covid-19 yang diuraikan di masing-masing jenis kegiatan pariwisata.

Salah satu contoh protokol khusus wisata alam pantai, wahana buatan dan area yang melingkupi masing-masing atraksi wisata.

Pihak pengelola wisata diharuskan menyiagakan tenaga penyelamat, cepat tanggap Covid-19, tenaga ahli dan bekerja sama dengan rumah sakit.

"Setiap pengelola destinasi wajib punya kerjasama dengan rumah sakit terdekat," kata dia.

Transisi New Normal Malang Raya Berlaku 1 Juni 2020, Jatim Park Masih Tutup Sementara

Selain itu untuk atraksi budaya, lanjut Sinarta, sapa budaya (penerima tamu) harus memiliki satu budaya untuk perform yang bagus dan syarat kesehatan dalam berkomunikasi.

"Kolam renang pun saya harus dengan dinas olahraga dan kesehatan bagaimana membuat air menyehatkan lalu performa bagus dan rutinitas mengelola air kita tekankan dalam SOP," kata dia.

Protokol ini masih dalam tahap penyusunan dan pematangan oleh Disbudpar Jatim yang rencananya akan mengajak akademisi untuk berdiskusi mengenai SOP Covid-19 dalam kepariwisataan.

"Saya uraikan perjenis kepariwisataan dan membuat inovasi tatanan baru itu muncul di bisnis kepariwisataan," tutup Sinarta.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved