Tren Rekreasi di New Normal Akan Banyak Berubah, Pakar Sebut Peluang Wisata Domestik

Social distancing dan physical distancing akan tetap diterapkan dalam group-group kecil yang seiring waktu berjumlah banyak.

Nurikaanisa/TribunTravel
Flora Wisata San Terra 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA-Virus Covid-19 mengubah banyak hal di dunia, tak terkecuali kegiatan berwisata setelah pandemi berakhir.

Pakar menyebut pelaku pariwisata dan wisatawan harus beradaptasi dengan hal-hal baru sesuai standart protokol kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

Kepala Program Jurusan Creative Tourism Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Kristen Petra Yudianto Oentario S.E.,M.M mengatakan, destinasi wisata dalam negeri lebih menguat dan kreatif.

Event-event dan paket wisata virtual reality semakin gencar dipromosikan, berbentuk game, alat maupun platform berlangganan.

Paket-paket wisata virtual tersebut seakan-akan membawa kita mengunjungi lokasi wisata meski di rumah saja.

Rencanakan Travelling Seru Lewat Santika Online Travel Fair 2020, Staycation Mulai Rp 200 Ribu

Kedua, disebut Yudianto, muncul jasa-jasa pariwisata baru melalui distribusi barang dan makanan.

"Ini bentuk adaptasi industri pariwisata untuk mengatasi kondisi yang demikian. Ada atau tidak ada covid, bisa jalan. Itu akan sangat berdampak kalau misalnya ada satu asosiasi dan duduk bersama memikirkan kegiatan apa saja. Bisa menggandeng perhotelan dan transportasi," kata Yudianto Oentario S.E.,M.M, Sabtu (30/5/2020).

Lokasi wisata lokal atau domestik semakin banyak diminati terutama yang cukup dekat dengan tempat tinggal sekitar.

Instagram @rizaldelarocha
Instagram @rizaldelarocha (Istimewa)

Untuk berwisata ke luar negeri diperkirakan tidak menjadi prioritas sebab akan ada protokol kesehatan maupun polis asuransi perjalanan yang menyesuaikan kebijakan negara tujuan.

"Travel agent perlu melihat peluang untuk meningkat wisata domestik dengan pola protokol kesehatan harus jalan," kata dia.

Lanjut Yudianto, destinasi wisata bukan tidak mungkin membatasi jumlah wisatawan yang datang untuk menghindari resiko.

Liburan bersama keluarga dan sahabat akan menjadi prioritas.

Wisata Ranu Manduro
Wisata Ranu Manduro (istimewa/Instagram hafidzbashory)

Social distancing dan physical distancing akan tetap diterapkan dalam group-group kecil yang seiring waktu berjumlah banyak.

"Smal group akan terjadi, kalau biasanya minim 30 orang mungkin akan jadi lima orang. Karena mereka mungkin paranoid sehinga berwisata dengan orang yang dikenal. Itu adalah kebiasaan baru yang akan muncul," paparnya.

Selain itu, perlengkapan kesehatan tambahan seperti handsanitizer, masker, sabun cuci tangan harus ada di dalam tas dan dipastikan tersedia di lokasi wisata yang dituju.

"Harapannya sudah menerapkan protokol artinya bahwa berangkat dari rumah akan berhadapan dengan protokol kesehatan yang sudah disiapkan oleh destinasi wisata dan transportasinya," tutup Yudianto.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved