Izinkan Restoran dan Cafe Kembali Layani Makan di Tempat, Ini Syarat-Syarat dari Walikota Madiun

Setiap cafe maupun restoran yang buka harus memberlakukan standart kesehatan seperti menjaga jarak dua meter.

Editor: Nur Ika Anisaul Jannah
Nurikaanisa/TribunTravel
Restoran Aps3 Hotel Kampi Surabaya 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, MADIUN-Pemkot Madiun memberikan kelonggaran para pelaku usaha kuliner di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Wali Kota Madiun Maidi mengizinkan pelaku usaha kuliner untuk membuka kembali usahanya.

Tak hanya itu, para konsumen pun diperbolehkan makan di tempat.

Meski usaha kuliner dibuka kembali maupun diperbolehkn makan di tempat, Pemkot Madiun memberikan syarat untuk para pelaku usaha kuliner agar tidak abai protokol kesehatan.

Para pengelola usaha kuliner diminta untuk patuh menjalankan protokol kesehatan.

"Untuk resto di Kota Madiun ada permohonan untuk dibuka, dari asosiasi pemilik restoran. Saya izinkan tapi protokol kesehatan digunakan," kata Maidi kepada Tribun Jatim.

Setiap cafe maupun restoran yang buka harus memberlakukan standart kesehatan seperti menjaga jarak dua meter.

Selain pembatasa jarak, pengelola usaha juga diminta untuk membatasi jumlah pembeli yang makan di tempat.

"Ada yang keluar, gantian ada yang masuk lagi," kata dia.

Protokol kesehatan lainnya yaitu mengecek suhu tubuh pengunjung yang masuk dengan thermo gun, mencuci tangan menggunakan sabun dan mencuci masker.

Setiap restoran atau cafe pun dibatasi waktu pperasionalnya hingga pukul 21.00 WIB.

"Setiap pelayan pakai masker dan juga gace shield," kata dia.

Menurut Maidi, izin dibuka kembali usaha kuliner di Kota Pendekar tersebut bukan tanpa alasan. Para pemilik usaha kuliner mengeluh apabila peralaran mereka lama tidak digunakan akan rusak.

Selain itu, lanjut Maidi, banyak masyarakat Kota Madiun yang sulit mencari makan. Pertimbangan lain, agar karyawan tetap bisa bekerja dan memiliki penghasilan.

"Kita tetap jaga semua, agar tetap sehat perekonomian tetap berjalan. Jadi tidak kita tutup seperti kota mati, kota tetap harus seperti itu, kuliner berjalan, ekonomi harus tetap berjalan kalau lain-lainnya tutup tidak apa-apa," tutup Maidi.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved