PSBB Surabaya, Cerita Pedagang Jajakan Takjil di Karang Menjangan : Tidak Seramai Tahun Lalu

Meski Pemprov Jatim tidak melarang penjualan takjil, pedagang mengaku Ramadhan tahun ini sepi

Penulis: Nur Ika Anisaul Jannah
Editor: Nur Ika Anisaul Jannah
Nurikaanisa/TribunTravel
Penjual Takjil 

Perempuan asal Madura ini mengaku pendapatannya turun jika dibanding tahun lalu.

"Ramadhan tahun ini, dari hari pertama dapat sekitar Rp 1 jutaan per hari. Bisanya Rp 2 juta lebih. Meski sepi Alhamdulillah, masih bisa jualan," kata dia.

Saat ditanya mudik, Marisa memilih mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak mudik atau pulang kampung.

"Harusnya mudik, tapi tahun ini tidak. Ada corona," kata dia.

Hal yang sama dirasakan Yulianis, pedagang minuman yang mengaku mengalami penurunan pendapatan selama berjualan.

"Ramadhan tahun ini anjlok. Biasanya tahun lalu per hari dapat Rp 800 ribu, sekarang hanya Rp 300 ribu itu awal puasa. Kemarin malah cuma dapat Rp 150 ribu," kata Yulianis.

Terkait penerapan PSBB, pedagang yang hampir 15 tahun berjualan di Karang Menjangan ini mengaku lebih aman dengan keberadaan satpol PP yang kerap mengimbau untuk tidak bergerombol.

"Ada satpol PP lebih aman, dikasih imbauan tidak bawa kursi, tidak bergerombol dan makanan minuman dibawa pulang," kata Yulianis.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved