Lumpuhnya Bisnis Perjalanan Pariwisata Jawa Timur, Dampak Pandemi Corona

Pengusaha travel pun terpaksa dirumahkan sembari menunggu kondisi pandemi corona mereda.

Ig/donkdiadon
Pantai Pikatan, pantai tersembunyi di Pacitan, Jawa Timur 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA-Kolaps, kata tersebut terlontar oleh Ketua ASITA Jawa Timur Arifudinsyah saat ditanya mengenai kondisi industri pariwisata.

Pandemi virus corona atau COVID-19 memukul berbagai hal, diantaranya agen-agen travel pada industri pariwisata di Jawa Timur.

Arifudinsyah tak berkomentar banyak mengenai kondisi industri travel di bulan kedua pandemi corona di Indonesia.

Bidang pariwisata seperti agen travel, akomodasi, perhotelan maupun outbound seperti haji dan umroh disebutnya tak lagi menjual paket wisata.

"Sementara ini kolaps semua, tidak hanya Jawa Timur tapi seluruh Indonesia. Saat ini yang kami bahas mengenai masalah ini dari Kemenparekraf soal stimulus karyawan tapi masih proses," kata Arifudinsyah, Rabu (8/3/2020).

Terkait kerugian bidang travel, pihaknya tak bisa menjelaskan secara rinci. Arif menyebut kondisi pandemi corona membuat bidang pariwisata tak ada pemasukan.

Dukung Physical Distancing, Aston Sidoarjo City Hotel Hadirkan Daily Deli Bento. Siap Kirim ke Rumah

Pengusaha travel pun terpaksa dirumahkan sembari menunggu kondisi pandemi corona mereda.

"Kolaps tidak ada (pemasukan). Sementara iya (dirumahkan)" kata dia.

6 Kuliner Pedas yang Harus Dicoba Saat di Surabaya. Nikmatnya Menggugah Selera

Kondisi tersebut memaksa para pengusaha travel banting setir ke usaha lain sebab bidang pariwisata sementara tak lagi menjual akomodasi, atraksi wisata maupun outbond.

"Kami mengikuti kondisi di lapangan, sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa dijual. Tidak ada modivikasi, orang-orang saat ini ke bisnis lain macam-macam," tutup Arifudinsyah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved