Dampak Wabah Virus Corona, ASITA Jatim Sebut Bisnis Pariwisata Kolaps. Kerugian Belasan Miliar

Dampak Wabah Virus Corona, ASITA Jatim Sebut Bisnis Pariwisata Kolaps. Kerugian Belasan Miliar

Guide Gunung Bromo Mimi
Suasana Pasir Berbisik Gunung Bromo saat Car Free Month 

Laporan Wartawan TribunJatimTravel.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA-Bisnis pariwisata mengalami kerugian hingga belasan miliar imbas dari mewabahnya virus corona.

Kondisi itu disebut DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) JATIM.

"Kolaps sementara saat ini, bahkan ke China dicancel semua, ratusan karena penerbangan di cancel semua, umroh distop, tiket penerbangan sedikit," kata Ketua DPD ASITA JATIM Arifudinsyah, Kamis (5/3/2020).

Dia mengatakan dampak virus corona mulai dirasa sejak Februari 2020, dengan dimulainya wabah virus corona di wilayah Wuhan China.

Para agen travel yang didominasi paket wisata ke China, Malaysia, Singapura, Thailand ini pun mengeluhkan kondisi bisnis pariwisata.

"Ditambah lagi Umroh, pangsa pasar yang lebih bagus ternyata penundaaan. Ditambah lagi di Indonesia ada (terinfeksi corona)," kata Arifudinsyah.

Dampaknya para agen travel merugi berkisar belasan miliar rupiah.

Sebab, sebagian curtomer maupun jemaah dari penundaan paket wisata dan umroh meminta pengembalian dana.

"Kerugian luar biasa, pengembalian itu kan harus utuh, padahal sudah keluar seperti umroh sudah nginap berapa hari di hotel. Kisaran mencapai belasan miliar," kata dia.

Saat kondisi corona di berbagai negara, pihaknya sempat berharap pariwisata domestik antar provinsi bisa mendongkrak bisnis para agen travel.

"Kita berharap dari pariwisata domestik ini antar provinsi. Traveling domestik aja mikir," kata Arifudinsyah.

Adanya penawaran diskon 50 persen untuk tiket pesawat di 10 destinasi wisata Indonesia pun dinilai Arif, tidak efektif.

"Ternyata di lapangan tidak seperti itu, tidak efektif lah," kata dia.

Menurutnya, saat ini para agen travel mengalami zero guest atau nihilnya perjalanan wisata.

"Zero guest, penerbangan sudah sangat dibatasi keluar maupun ke dalam untuk beberapa negara. Penerbangan dibatasi atau negara tersebut tidak menerima. Sangat berdampak ini," paparnya.

Pihaknya berharap dunia segera pulih dan bebas dari Corona. Sebab, masyarakat juga dinilai mulai menghindari keramaian seperti pameran, seminar dan destinasi wisata.

"Menunggu statement dunia bebas Corona, Indonesia bebas virus corona," tutup dia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved