Menelusuri Bangunan Peninggalan Eropa di Surabaya, Cocok untuk Wisata Sejarah

Bangunan peninggalan Eropa di Surabaya cocok dikunjungi kalian pecinta sejarah.

Penulis: Nur Ika Anisaul Jannah
Editor: Nur Ika Anisaul Jannah
Nurikaanisa/TribunTravel
Bangunan peninggalan Eropa, dulu bernama Nederland Spaarbank 

TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA - Saat masa penjajahan, Belanda membangun bangunan-bangunan megah sebagai letak pusat pemerintahan Surabaya.

Pembangunan infrastruktur dan fasilitas lain dibangun untuk mendukung pemerintahan seperti benteng, pos jaga, gudang amunisi dan mesiu.

Selain itu juga terdapat pekantoran, pergudangan dan gereja.

Di tahun 1866, peraturan segregasi etnis atau wijkenstelse yang mewajibkan tiap-tiap etnis (Tionghoa, Arab dan Melayu) untuk menetap di Timur Kalimas diberlakukan.

Jika kalian menelusuri Kota Surabaya sisi Utara, terdapat bangunan berarsitektur Eropa yang masih berdiri kokoh.

Diantara bangunan tersebut yaitu Jalan Rajawali sebagai saksi bisu pertempuran 10 November 1945.

"Jembatan ini berusia 210 tahun," kata Guide House of Sampoerna Bagas.

Selain, itu terdapat bangunan lain sepanjang Jalan Rajawali seperti Gedung yang dulu bernama Nederland Spaarbank.

Bagi kamu yang suka wisata sejarah di kota tua, bagunan berarsitektur Eropa ini sangat tepat untuk kalian kunjungi.

Kuat dengan histori, bangunan-bangunan itu kini menjadi warisan budaya.

Berkeliling Kota Tua Surabaya bisa kalian nikmati bersama Tour Tematik House of Sampoerna.

Tour ini mengajak pengunjung melihat Bangsa Eropa memodifikasi Kota Surabaya melalui Jalan Rajawali, Jembatan Merah dan Jalan Tunjungan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved